Minggu, 03 Oktober 2021

Costing

 adalah proses kalkukasi menentukan harga suatu order konsumen dari material dan jasa/proses yang telah direncanakan sebelumnya

dimana proses costing hanya memperkalikan 
- tarif jasa pengerjaan per satuan waktu
- harga material per satuan tertentu
dengan  waktu serta quantity, volume, luasan, panjang atau berat material yang telah rencanakan sebelumnya 

Part List

adalah suatu daftar yang memuat semua quantity material & part dalam sebuah order yang telah direncanakan material, part, proses quantity, cost serta peruntukannya bagi suatu order tertentu

Purchase Order

 Purchase Order (PO)

adalah dokumen atau surat yang yang berisi permintaan atas kebutuhan stok barang dan dikirim dari pihak pembeli kepada pemasok. 

Jenis barang, kuantitas, harga, dan nomor atau tanggal secara umum tertera pada dokumen PO.
Semakin spesifik pesanan, maka semakin banyak juga rincian yang disertakan dan itu akan membuat kegiatan pemesanan pembelian lebih efektif.
Ketika penjual, pemasok, vendor, dan lainnya menerima purchase order, kontrak yang mengikat secara hukum terbentuk antara kedua pihak.
Selain itu, pembeli harus mengkomunikasikan permintaan pembelian kepada penjual secara eksplisit dan jelas sehingga terhindar dari kesalahan dan kekeliruan ketika PO diterima penjual.

Selain sebagai dokumen pemesanan, beberapa pemberi pinjaman atau kreditur komersial akan menggunakan PO sebagai referensi atau bahan pertimbangan untuk memberikan pinjaman kepada organisasi ataupun bisnis.

Minggu, 21 April 2013

Network in PERT


the sequence of all activities, symbolized by nodes connected by arcs.
Jaringan di PERT

urutan semua aktivitas, dilambangkan dengan node dihubungkan oleh arc atau garis busur.

Minggu, 02 Desember 2012

Sequencing

This stage establishes the priorities for jobs in the queues (waiting lines) at the work centres. Priority sequencing specifies the order in which the waiting jobs are processed; it requires the adoption of a priority sequencing rule.
Sequencing

Tahap ini menetapkan prioritas untuk job dalam antrian (waiting lines) di work centre. Urutan prioritas menentukan urutan job yang menunggu diproses, ini memerlukan penerapan aturan urutan prioritas.

Method

This function is concerned with the analysis of alternatives and selection of the best method with due consideration to constraints imposed.
Developing specifications for processes is an important aspect of PPC and determination of sequence of operations.
Metode

Fungsi ini berkaitan dengan analisis alternatif dan pemilihan metode terbaik dengan pertimbangan kendala yang ada.
Mengembangkan spesifikasi untuk proses merupakan aspek penting dari PPC dan penentuan urutan operasi.

Jumat, 30 November 2012

Dispatching

Dispatching : This is the execution phase of planning. It is the process of setting production activities in motion through release of orders and instructions. It authorises the start of production activities by releasing materials, components, tools, fixtures and instruction sheets to the operator.
Dispatching
Ini adalah tahap eksekusi perencanaan. Ini adalah proses setting aktivitas produksi untuk bergerak dengan melalui order dan instruksi.
Ini wewenang awal aktivitas produksi dengan mengeluarkan material, komponen, peralatan/tool, perlengkapan dan lembar instruction sheet kepada operator.

Estimating

Once the overall method and sequence of operations is fixed and process sheet for each operation is available, then the operations times are estimated.
This function is carried out using extensive analysis of operations along with methods and routing and a standard time for operation are established using work measurement techniques.
Estimating
Setelah keseluruhan metode dan urutan operasi sudah fixed dan process sheet untuk setiap operasi memungkinkan untuk dibuat, maka operation time mulai di- estimasi-kan.
Fungsi ini dilakukan dengan menggunakan analisis operasi yang ekstensif bersama dengan pemilihan method  dan routing serta waktu standar untuk operasi ditetapkan dengan menggunakan teknik pengukuran kerja.

Process planning

Process planning (Routing) : It is concerned with selection of path or route which the raw material should follow to get transformed into finished product. The duties include:
(a) Fixation of path of travel giving due consideration to layout.
(b) Breaking down of operations to define each operation in detail.
(c) Deciding the set up time and process time for each operation.
Process planning (Routing)

Fungsi ini berkaitan dengan pemilihan jalur atau rute material yang harus diikuti, hingga material berubah menjadi produk jadi. Tugas-tugasnya adalah meliputi :
(a) Penelusuran / fixation jalur perjalanan dengan mempertimbangkan tata letak.
(b) Memecah / mem-break down operasi untuk mendefinisikan setiap operasi dengan detail.
(c) Menentukan set up waktu dan process time untuk setiap operasi.

Kamis, 29 November 2012

Move order

Instruction is given to the materials handling facilities for major movements of materials/subassemblies in the form of a move order. Movements which involve less distance and fewer loads are managed at the shop floor level based on requests from operators.
Move Order
Move order
adalah instruksi yang tepat diberikan kepada fasilitas material handling untuk dalam bentuk perintah, yaitu move order untuk perpindahan material utama.
Sedangkan perpindahan jarak dekat dan/atau beban ringan dikelola di tingkat shop flor berdasarkan permintaan dari operator.

Inspection order

Generally, the process sequence will contain some testing and inspection. So, these are to be instructed to inspection wing in the form of inspection order for timely testing and inspection so that the amount of rework is minimized.
Inspection order
Umumnya, urutan proses akan berisi beberapa testing dan inspeksi. Jadi, ini harus diinstruksikan untuk bagian inspeksi agar melakukan inspeksi tepat pada waktunya melakukan testing dan inspeksi. Supaya jumlah pengerjaan ulang / rework diminimalkan.

Tool order

As per tooling requirements for manufacturing the product, the tool order instruct the tool room to issue necessary tools.
Tool order

Tool order atau bon alat adalah intruksi kepada tool room untuk mengeluarkan tool yang diperlukan untuk proses produksi sesuai dengan spesifikasi produknya.

Store order

Stores issue order gives instruction to stores to issue materials for manufacturing the product as per product specifications.
Store order

Atau bon barang merupakan intruksi kepada gudang agar mengeluarkan material secara berurutan sesuai spesifikasi produk, yang akan digunakan untuk membuat suatu produk tertentu.

Job order

Job order is the official authorization to the shop floor to start manufacturing the product.
Job order
Job order atau Work order atau worksheet adalah perintah kepada shop floor atau semua bagian yang terkait langsung dengan produksi untuk memulai produksi.

Rabu, 28 November 2012

Loading

Loading is the process of assigning jobs to several machines such that there is a load balance among the machines. This is relatively a complex task, which can be managed with the help of efficient heuristic procedures.
Loading
Loading
atau pembebanan adalah proses untuk menempatkan job untuk beberapa mesin sehingga ada keseimbangan antara beban mesin satu dengan yang lain. Ini tugas yang relatif kompleks, yang dapat dikelola dengan bantuan prosedur heuristik yang efisien.

Tool planning

Tools planning determines the requirements of various tools by taking process specification (surface finish, length of the job, overall depth of cut etc.), material specifications (type of material used, hardness of the material, shape and size of the material etc.) and equipment specifications (speed range, feed range, depth of cut range etc.).
Tools planning
Atau perencanaan alat adalah menentukan tool yang diperlukan dalam suatu proses produksi. Adapun dengan pertimbangan pemilihan tools adalah sbb :
- spesifikasi proses yaitu panjang pemotongan, kedalaman lubang, surface finishing dsb.
- spesifikasi bahan misalnya jenis material, hardness, dimensi benda(Ø/t x p x l), bentuk dsb.
- spesifikasi mesin perkakas misalnya speed mesin, feed range, cut range dsb.

Process planning and routing

Process planning and routing is a complete determination of the specific technological process steps and their sequence to produce products at the desired quality, quantity and cost.
Process planning and routing

Adalah perencanaan proses dan routing proses dari produk/bahan. Process planning & routing adalah penentuan lengkap dari langkah-langkah teknologi proses yang spesifik beserta urut-urutannya untuk menghasilkan produk dengan kuantitas, kualitas dan biaya/cost yang dikehendaki.

Selasa, 27 November 2012

Material Planning

Material planning is a process which determines the requirements of various raw materials/subassemblies by considering the trade-off between various cost components like, carrying cost, ordering cost, shortage cost, and so forth.
Material Planning

Material Planning adalah adalah suatu proses untuk menentukan volume/kuantiti raw material dan spare part dengan mengoptimalkan adanya komponen biaya lainnya, misalnya ongkos angkut, ongkos bongkat-muat, biaya pemesanan, dan sebagainya.

Process planning and routing

Process planning and routing is a complete determination of the specific technological process steps and their sequence to produce products at the desired quality, quantity and cost.
Process Planning & Routing
 
Adalah perencanaan proses dan routing proses dari produk/bahan. Process Planning & Routing adalah penentuan lengkap dari langkah-langkah teknologi proses yang spesifik beserta urut-urutannya untuk menghasilkan produk dengan kuantitas, kualitas dan biaya/cost yang dikehendaki.

Aggregate planning

Aggregate planning aims to find out a product wise planning over the intermediate planning horizon.
Aggregate planning is an intermediate term planning decision. It is the process of planning the quantity and timing of output over the intermediate time horizon (3 months to one year). Aggregate planning seeks the best combination to minimise costs.
Aggregate planning
Adalah perencanaan menyeluruh, yang bertujuan untuk menemukan product planning yang paling baik untuk jangka waktu tertentu.


Agregat planning merupakan perencanaan jangka menengah. Ini adalah proses perencanaan kuantitas dan waktu output selama jangka waktu menengah (3 bulan sampai satu tahun). Agregat planning mencari kombinasi terbaik untuk meminimalkan biaya.